Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Hmmm… Sekian lama “vacuum” nulis
Blog (karena nulis Blog untuk yang penting-penting aja hehehe) akhirnya diriku
bisa menulis lagi untuk berbagi pengalaman kepada “reader” semua… Kali ini
tulisanku terkait dengan pengalaman mengikuti rekrutmen Calon Asisten atau
disingkat Calas Ombudsman RI… Daaan… Alhamdulillah., saat ini aku resmi
diterima sebagai Calas Ombudsman RI J
Kisahku berawal dari akhir Bulan
Oktober 2019 yang mana salah satu teman se-almamater ku yang notabene bekerja
sebagai asisten (sudah diangkat menjadi asisten) di Ombudsman RI Perwakilan
Provinsi Lampung, membagikan informasi via Instagram bahwa Ombudsman RI akan
membuka rekrutmen untuk Kepala Perwakilan (Kaper) dan Calon Asisten (Calas) di
awal Bulan November 2019. Sebenarnya ini adalah titik terangku. Mengapa? Karena
sudah lama aku ingin ikut, tepatnya pada tahun 2016, tapi berhubung ijazahku
belum terbit, aku mengurungkan niat untuk ikut seleksi.
Btw, Lembaga Pemerintah ini sudah
menarik perhatianku. Bagaimana tidak? Saat kuliah S1 dulu, beberapa mata kuliah
membahas tentang studi kasus lembaga ini. Selain itu, ketika skripsian, aku
meminta contoh skripsi milik seniorku yang notabene membahas tentang lembaga
ini. Kurang lebih sudah beberapa tahun lalu lembaga ini tidak terdengar asing olehku.
Oke, kita kembali ke laptop
hehehe…
Nah, semenjak temanku tadi kasih
info tentang lembaga ini, maka aku langsung “follow” akun resminya untuk
memantau kapan seleksi dilaksanakan…
Finally, tepatnya di tanggal 05
November 2019, rekrutmen resmi dibuka…
Tapi, pada saat dibukanya pendaftaran
ini, aku ga terburu-buru untuk isi “form”. Dengan kata lain, aku analisis dulu
setiap kata demi kata dari beberapa “form” yang harus diisi tersebut. Mengapa?
Karena bagiku, seleksi administrasi itu mudah-mudah sulit. Terlihat mudah,
namun apabila tidak teliti sedikit bisa-bisa kita ga lolos. Padahal seleksi
administrasi merupakan pintu gerbang kita untuk mengikuti tahapan-tahapan
seleksi selanjutnya. Sehingga sebisa mungkin aku harus ekstra teliti. Pada
tahap ini, aku juga ingin berterima kasih kepada dua temanku yang bertugas
sebagai asisten di Lampung dan Banten… Terima kasih sudah membantuku untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaanku seputar seleksi administrasi J
Dengan berbagai proses dan juga
berbarengan dengan ngurus-ngurus berkas untuk seleksi administrasi CPNS, pada
akhirnya aku kirimkan semua berkas di tanggal 20 November 2019. Menurutku ini
mepet sih, mengingat juga waktu itu ada dua pengumuman yang menerangkan batas
akhir penerimaan berkas di Kantor Ombudsman RI (pusat) di tanggal 20/23
November 2019. Namun, Alhamdulillah nya., aku dari awal sering tanya-tanya via
WA ke nomor Ombudsman RI (pusat) dan ternyata batas akhir penerimaan berkas
diundur jadi tanggal 23 November 2019. So far, aku sangat puas dengan pelayanannya
karena adminnya gercep banget balas setiap pertanyaanku. Selain itu, untuk
pengirimannya, aku juga sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh J*E
luar biasa dari ujung timur sampai ke Jakarta berkas mendarat dalam waktu 1.5
hari…
Nah, setelah pendaftaran ditutup
tanggal 23 November 2019, aku tinggal tunggu pengumuman di tanggal 27 November
2019. Daaan, mendekati tanggal tersebut, ternyata pengumuman dimajukan menjadi
tanggal 26 November 2019. Dengan alasan untuk memberikan waktu sanggah bagi
yang belum lolos seleksi administrasi dan mau menyanggah atas berkas yang telah
dikirim.
Oh ya, aku juga mau kasih tau
bahwa selama proses rekrutmen Ombudsman RI, aku mulai nyicil belajar karena
setelah seleksi administrasi, ada seleksi atau tes tertulis yang notabene pada
seleksi ini banyak yang gugur karena hanya diambil 3(n) atau 3x jumlah formasi
yang dibutuhkan (berdasarkan Peraturan Ombudsman RI).
*Sebagai pelajaran juga bahwa “reader”
harus sungguh-sungguh dalam belajar untuk persiapan tes tertulis Ombudsman RI
karena soal-soalnya terdiri dari materi dan analisis. Saran ku belajar nya
harus terjadwal setiap hari antara belajar untuk tes tertulis dengan psikotes. Kemudian,
cari referensi sebanyak-banyaknya tentang soal apa saja yang akan keluar di tes
tertulis. Alhamdulillah., di blog maupun grup Kaskus banyak dibahas kok dan
semuanya kurang lebih keluar pada saat tes (ya kita bisa anggap dapat kisi-kisi
ya meskipun bukan dari Ombudsman RI nya langsung hihihi).
Adapun cara belajarku yang mungkin bisa diikuti oleh para “reader” adalah seperti ini.
Kurang lebihnya, setelah aku cari
tau kisi-kisi soal tes tertulis Ombudsman RI, lalu aku langsung cari
referensi-referensi di internet terutama di jurnal maupun website terpercaya.
Daaan… eng ing eng… Aku dapatkan, kemudian aku “resume” melalui catatan-catatan
seperti gambar diatas… Aku pribadi sangat suka menulis sehingga mudah bagiku
untuk menyerap materi pembelajaran melalui menulis. Karena menurutku kita dapat
dua keuntungan untuk mengingat, yaitu dari membaca dan menulis itu sendiri. Ini
adalah tips ku, tapi kalau “reader” punya cara lain yang lebih efektif, monggo
lanjutkan saja dan kalau berkenan ditulis di komen ya supaya bisa di “sharing”
ke “reader” lainnya J
Tiba saatnya tes tertulis pada
tanggal 03 Desember 2019…
Suatu perjuangan bagiku, karena
di waktu seperempat malam harus bangun (niat untuk Shalat Tahajjud dan Witir),
kemudian Shalat Shubuh, dan siap-siap untuk berangkat tes. Karena jarak dari
rumah nenekku ke tempat tes lumayan jauh kurang lebih 1 jam an, jam 6 aku sudah
harus berangkat. Alhamdulillah., aku sampai tempat tes lebih cepat kurang lebih
jam setengah 7 lewat sedikit daaan masih sepi sekali (tempat tes di salah satu
kampus) bahkan panitia dan “banner” nya pun belum ada hahaha…
Oh ya… Untuk soal-soal tes
tertulis tahun 2019, aku merekomendasikan Blog seseorang yang notabene ikut
seleksi juga di Sumatera Barat. Blog nya adalah https://riky-perdana.blogspot.com/2019/12/pengalaman-mengikuti-ujian-tertulis.html atas
nama Rizky Perdana dengan judul “Pengalaman Mengikuti Ujian Tertulis Calon
Asisten Ombudsman Perwakilan SUMBAR Tahun 2019”. Di blog tersebut sudah lengkap
dijabarkan tentang kisi-kisi soal tes tertulis tahun 2019. Selain itu, di Blog
tersebut juga dijelaskan tentang proses psikotes, diskusi kelompok, wawancara
psikolog, dan wawancara dengan pimpinan pusat, so aku ga menjelaskan panjang
lebar lagi ya (tapi, kalau mau diskusi monggo). Oh ya, tes berlangsung selama 4
hari ya guys, jadi kalian harus jaga kesehatan, kuatkan fisik dan mental
pokoknya!
Adapun yang mau saya bahas disini
adalah tentang diskusi kelompok. Setelah saya analisis, pada rekrutmen
Ombudsman RI ini, metode diskusi yang digunakan adalah Leaderless Group Discussion (LGD). Mengapa? Karena tidak ada yang
memimpin pada saat diskusi. Adapun psikolog hanya mengawasi dan memberikan
petunjuk atau arahan. Ini menurutku loooh… Jadi, “reader” bisa cari
referensi-referensi tentang bagaimana cara agar lolos LGD, jangan sampai salah
strategi yak arena beda antara LGD dengan FGD! (mengenai hal ini jika tidak
sepaham dengan saya bisa komen di bawah ya supaya kita bisa diskusi J).
Oke… Setelah mendaki gunung
lewati lembah hahaha (lebay sikit boleh lah)… Alhamdulillah., pada tanggal 17
Desember 2019 pukul 21.00, aku resmi lolos seleksi sebagai Calas Ombudsman RI.
Hal ini berkat do’a dan perjuangan dari diri sendiri, orang tua, keluarga,
teman, sahabat yang baik hati dan peduli terhadapku J
Selain itu, pelajaran yang dapat
diambil dari pengalaman ini adalah do’a dan usaha tidak akan mengkhianati
hasil. Sekian “sharing” dariku, kalau ada yang mau di diskusikan atau
ditanyakan silakan komen dibawah ya. Semoga kamu bisa menjadi Calas Ombudsman
RI selanjutnya. Aaamiiin. Selamat berjuang! J