Senin, 30 Desember 2019

Menjadi “Researcher”

Mendengar kata “research” membuat kita menjadi tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai bidang tersebut. “Research” selalu merujuk pada bidang yang digeluti oleh cendekia-cendekia yang IQ nya diatas rata-rata, apa benar?

Untuk seseorang yang melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi setelah SMA pasti tidak asing dengan kata ini. Ya… Sebagai syarat lulus, harus melakukan research terlebih dahulu sebagai wujud pengabdian dan rekomendasi untuk kemajuan bangsa.
Seperti yang lainnya, research ini tidak terdengar asing pada diriku. Karena, program studi ku lebih mengutamakan mahasiswanya pintar di kelas dan di lapangan. Oleh sebab itu, setiap mata kuliah dan setiap semester pasti ada tugas lapangan. Selain itu, membuat laporan dan makalah. Tapi, aku baru sadar bahwa semua itu sebenarnya sangat dibutuhkan juga di dunia kerja terutama untuk kita yang memilih terjun untuk bekerja di dunia penelitian.

Penelitian? Satu kata yang menarik. Kita bukan hanya dituntut untuk bisa menganalisis, akan tetapi pintar berkomunikasi, humble kepada semua orang, ramah, dan sebagainya yang notabene merujuk pada sikap dan softskill. Berdasarkan pengalaman, pekerjaan ini sangatlah luar biasa pembelajarannya. Mengapa? Karena selain harus pintar dalam hardskill, softskill, kerja sama, serta yang paling penting adalah kemampuan adaptasi yang tinggi.

Berawal dari proyek dosen… Sampai saat ini bidang penelitian membuatku candu. Meskipun aku masih harus banyak belajar. Sejak tahun 2015, diajak dosen untuk jadi panitia International Conference sambilan nyicil-nyicil cari data untuk skripsi. Tapi, sebenarnya aku sudah mengabdi jadi asisten dosen sejak 2014. Kemudian, diajak proyek dan sampai sekarang (sebelum diterima menjadi Calas Ombudsman RI) dapat dikatakan mengabdi di lembaga konsultan.  


Nah, saat ini aku punya waktu dan kesempatan untuk menulis. Aku akan coba review beberapa tempat di berbagai daerah di Indonesia (maklum pekerjaanku sambilan travelling hehehe…). Check this out! J  


Sabtu, 28 Desember 2019

Pengalaman Mengikuti Rekrutmen Calon Asisten (Calas) Ombudsman RI 2019


Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Hmmm… Sekian lama “vacuum” nulis Blog (karena nulis Blog untuk yang penting-penting aja hehehe) akhirnya diriku bisa menulis lagi untuk berbagi pengalaman kepada “reader” semua… Kali ini tulisanku terkait dengan pengalaman mengikuti rekrutmen Calon Asisten atau disingkat Calas Ombudsman RI… Daaan… Alhamdulillah., saat ini aku resmi diterima sebagai Calas Ombudsman RI J

Kisahku berawal dari akhir Bulan Oktober 2019 yang mana salah satu teman se-almamater ku yang notabene bekerja sebagai asisten (sudah diangkat menjadi asisten) di Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, membagikan informasi via Instagram bahwa Ombudsman RI akan membuka rekrutmen untuk Kepala Perwakilan (Kaper) dan Calon Asisten (Calas) di awal Bulan November 2019. Sebenarnya ini adalah titik terangku. Mengapa? Karena sudah lama aku ingin ikut, tepatnya pada tahun 2016, tapi berhubung ijazahku belum terbit, aku mengurungkan niat untuk ikut seleksi.
Btw, Lembaga Pemerintah ini sudah menarik perhatianku. Bagaimana tidak? Saat kuliah S1 dulu, beberapa mata kuliah membahas tentang studi kasus lembaga ini. Selain itu, ketika skripsian, aku meminta contoh skripsi milik seniorku yang notabene membahas tentang lembaga ini. Kurang lebih sudah beberapa tahun lalu lembaga ini tidak terdengar asing olehku.
Oke, kita kembali ke laptop hehehe…
Nah, semenjak temanku tadi kasih info tentang lembaga ini, maka aku langsung “follow” akun resminya untuk memantau kapan seleksi dilaksanakan…
Finally, tepatnya di tanggal 05 November 2019, rekrutmen resmi dibuka…
Tapi, pada saat dibukanya pendaftaran ini, aku ga terburu-buru untuk isi “form”. Dengan kata lain, aku analisis dulu setiap kata demi kata dari beberapa “form” yang harus diisi tersebut. Mengapa? Karena bagiku, seleksi administrasi itu mudah-mudah sulit. Terlihat mudah, namun apabila tidak teliti sedikit bisa-bisa kita ga lolos. Padahal seleksi administrasi merupakan pintu gerbang kita untuk mengikuti tahapan-tahapan seleksi selanjutnya. Sehingga sebisa mungkin aku harus ekstra teliti. Pada tahap ini, aku juga ingin berterima kasih kepada dua temanku yang bertugas sebagai asisten di Lampung dan Banten… Terima kasih sudah membantuku untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanku seputar seleksi administrasi J
Dengan berbagai proses dan juga berbarengan dengan ngurus-ngurus berkas untuk seleksi administrasi CPNS, pada akhirnya aku kirimkan semua berkas di tanggal 20 November 2019. Menurutku ini mepet sih, mengingat juga waktu itu ada dua pengumuman yang menerangkan batas akhir penerimaan berkas di Kantor Ombudsman RI (pusat) di tanggal 20/23 November 2019. Namun, Alhamdulillah nya., aku dari awal sering tanya-tanya via WA ke nomor Ombudsman RI (pusat) dan ternyata batas akhir penerimaan berkas diundur jadi tanggal 23 November 2019. So far, aku sangat puas dengan pelayanannya karena adminnya gercep banget balas setiap pertanyaanku. Selain itu, untuk pengirimannya, aku juga sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh J*E luar biasa dari ujung timur sampai ke Jakarta berkas mendarat dalam waktu 1.5 hari…
Nah, setelah pendaftaran ditutup tanggal 23 November 2019, aku tinggal tunggu pengumuman di tanggal 27 November 2019. Daaan, mendekati tanggal tersebut, ternyata pengumuman dimajukan menjadi tanggal 26 November 2019. Dengan alasan untuk memberikan waktu sanggah bagi yang belum lolos seleksi administrasi dan mau menyanggah atas berkas yang telah dikirim.
Oh ya, aku juga mau kasih tau bahwa selama proses rekrutmen Ombudsman RI, aku mulai nyicil belajar karena setelah seleksi administrasi, ada seleksi atau tes tertulis yang notabene pada seleksi ini banyak yang gugur karena hanya diambil 3(n) atau 3x jumlah formasi yang dibutuhkan (berdasarkan Peraturan Ombudsman RI).
*Sebagai pelajaran juga bahwa “reader” harus sungguh-sungguh dalam belajar untuk persiapan tes tertulis Ombudsman RI karena soal-soalnya terdiri dari materi dan analisis. Saran ku belajar nya harus terjadwal setiap hari antara belajar untuk tes tertulis dengan psikotes. Kemudian, cari referensi sebanyak-banyaknya tentang soal apa saja yang akan keluar di tes tertulis. Alhamdulillah., di blog maupun grup Kaskus banyak dibahas kok dan semuanya kurang lebih keluar pada saat tes (ya kita bisa anggap dapat kisi-kisi ya meskipun bukan dari Ombudsman RI nya langsung hihihi).
Adapun cara belajarku yang mungkin bisa diikuti oleh para “reader” adalah seperti ini.





Kurang lebihnya, setelah aku cari tau kisi-kisi soal tes tertulis Ombudsman RI, lalu aku langsung cari referensi-referensi di internet terutama di jurnal maupun website terpercaya. Daaan… eng ing eng… Aku dapatkan, kemudian aku “resume” melalui catatan-catatan seperti gambar diatas… Aku pribadi sangat suka menulis sehingga mudah bagiku untuk menyerap materi pembelajaran melalui menulis. Karena menurutku kita dapat dua keuntungan untuk mengingat, yaitu dari membaca dan menulis itu sendiri. Ini adalah tips ku, tapi kalau “reader” punya cara lain yang lebih efektif, monggo lanjutkan saja dan kalau berkenan ditulis di komen ya supaya bisa di “sharing” ke “reader” lainnya J
Tiba saatnya tes tertulis pada tanggal 03 Desember 2019…
Suatu perjuangan bagiku, karena di waktu seperempat malam harus bangun (niat untuk Shalat Tahajjud dan Witir), kemudian Shalat Shubuh, dan siap-siap untuk berangkat tes. Karena jarak dari rumah nenekku ke tempat tes lumayan jauh kurang lebih 1 jam an, jam 6 aku sudah harus berangkat. Alhamdulillah., aku sampai tempat tes lebih cepat kurang lebih jam setengah 7 lewat sedikit daaan masih sepi sekali (tempat tes di salah satu kampus) bahkan panitia dan “banner” nya pun belum ada hahaha…
Oh ya… Untuk soal-soal tes tertulis tahun 2019, aku merekomendasikan Blog seseorang yang notabene ikut seleksi juga di Sumatera Barat. Blog nya adalah https://riky-perdana.blogspot.com/2019/12/pengalaman-mengikuti-ujian-tertulis.html atas nama Rizky Perdana dengan judul “Pengalaman Mengikuti Ujian Tertulis Calon Asisten Ombudsman Perwakilan SUMBAR Tahun 2019”. Di blog tersebut sudah lengkap dijabarkan tentang kisi-kisi soal tes tertulis tahun 2019. Selain itu, di Blog tersebut juga dijelaskan tentang proses psikotes, diskusi kelompok, wawancara psikolog, dan wawancara dengan pimpinan pusat, so aku ga menjelaskan panjang lebar lagi ya (tapi, kalau mau diskusi monggo). Oh ya, tes berlangsung selama 4 hari ya guys, jadi kalian harus jaga kesehatan, kuatkan fisik dan mental pokoknya!
Adapun yang mau saya bahas disini adalah tentang diskusi kelompok. Setelah saya analisis, pada rekrutmen Ombudsman RI ini, metode diskusi yang digunakan adalah Leaderless Group Discussion (LGD). Mengapa? Karena tidak ada yang memimpin pada saat diskusi. Adapun psikolog hanya mengawasi dan memberikan petunjuk atau arahan. Ini menurutku loooh… Jadi, “reader” bisa cari referensi-referensi tentang bagaimana cara agar lolos LGD, jangan sampai salah strategi yak arena beda antara LGD dengan FGD! (mengenai hal ini jika tidak sepaham dengan saya bisa komen di bawah ya supaya kita bisa diskusi J).

Oke… Setelah mendaki gunung lewati lembah hahaha (lebay sikit boleh lah)… Alhamdulillah., pada tanggal 17 Desember 2019 pukul 21.00, aku resmi lolos seleksi sebagai Calas Ombudsman RI. Hal ini berkat do’a dan perjuangan dari diri sendiri, orang tua, keluarga, teman, sahabat yang baik hati dan peduli terhadapku J
Selain itu, pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman ini adalah do’a dan usaha tidak akan mengkhianati hasil. Sekian “sharing” dariku, kalau ada yang mau di diskusikan atau ditanyakan silakan komen dibawah ya. Semoga kamu bisa menjadi Calas Ombudsman RI selanjutnya. Aaamiiin. Selamat berjuang! J


Kamis, 08 Desember 2016

Seleksi PascaSarjana SMUP UNPAD

Melalui blog ini saya ingin berbagi cerita mengenai SMUP untuk Pascasarjana di Unpad...
Tepatnya kali ini Alhamdulillah Allah SWT., telah mempercayai saya untuk melanjutkan studi di Unpad.
Senang, rasa haru, bangga, bercampur aduk. Bagaimana tidak? Unpad saat ini memang sudah menaikkan standar nya karena sudah menyandang World Class University.

Apabila flashback, beginilah perjuangan saya masuk Pascasarjana Unpad.
Tepatnya pada Bulan Oktober 2016 saya sudah mempersiapkan research untuk thesis saya. Karena saat ini Unpad membuka Master By Research (Riset). Lalu, saya konsultasikan ke dosen yg saya pilih sebagai Promotor saya. Setelah disetujui, saya langsung meminta surat rekomendasi akademik sebagai salah satu persyaratannya. Persyaratan ini harus diperhatikan dengan matang karena tidak semua dosen mau memberikan rekomendasinya. Alasannya karena tidak kenal, kurang memenuhi kritetia yg diinginkan dosen ybs, atau bahkan risetnya tidak sesuai dengan keahlian dosen tersebut. Maka dari itu, sebelum meminta rekomendasi, sebaiknya kita cari tahu dahulu dosen tersebut expert nya di bidang keilmuan yg mana.
Setelah itu, saya tes TKBA atau tes ketahanan melalui tes yg hampir mirip dengan TPA, namun tingkatannya lebih tinggi maklum untuk jalur yg lebih tinggi. Setelah itu tes TKBI atau kemampuan Bahasa Inggris. Kedua tes tersebut, diselenggarakan oleh Lembaga Milik Unpad, yaitu TKBA dari Psikologi Unpad dan TKBI dari Pusat Bahasa Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Rincian i formasinya akan terlihat jelas ketika kita membuat akun di pendaftaran.unpad.ac.id.

Perlu diperhatikan pula bahwa kedua tes ini harus dikerjakan secara maksimal ya karena akan menjadi acuan bagi program studi yg akan kita tuju. Karena setiap prodi memiliki standar yang berbeda-beda dalam menilai hasil kedua tes tersebut. Hasil dari kedua tes tersebut akan keluar sekitar 2 hari setelah tes. Perlu diketahui bahwa, kita WAJIB memiliki sertifikatnya. Untuk sertifikat TKBA pasti dikasih setelah 7 hari tes selama jam kerja (Hari Senin-Jum'at sampai Pukul 15.00) dapat diambil di Pascasarjana Psikologi Unpad Dago.Sedangkan untuk TKBI, kita harus meminta cetak sertifikat lewat bit.ly/CetakSertifikat (lihat poin 6 di kartu peserta TKBI) perlu diingat karena jika tidak meminta untuk dicetak, maka sertifikat tidak akan dicetak. Sertifikat TKBI dapat diambil setelah 3 minggu tes. Oleh karena itu, harus cepat untuk tes TKBI sebelum pendaftaran S2 Unpad ditutup.

Setelah sudah memenuhi syarat, maka langsung beli pin pendaftaran Pascasarjana Unpad. Ingat Bank yg dituju harus Bank Mandiri ya ga bisa yg lain.
Setelah itu, kita isi (kalau biodata sebelum kita tes TKBA dan TKBI sudah pernah diisi ya) dan upload Ijazah dan Transkip Nilai, Foto Berwarna, Rekomendasi Dosen, Scan KTP, Surat Pernyataan, Abstrak atau ringkasan proposal 350 kata dan lain-lain lalu submit.

Perlu diperhatikan bahwa ringkasan proposal harus dibuat semaksimal mungkin ya karena wawancara akan bergantung dan ditanya berdasarkan ringkasan proposal yg telah kita buat.

Tahap terakhir adalah wawancara.
Akan terlihat jadwal wawancara di kartu peserta Tes.
Pewawancara berjumlah 2 orang.
Satu orang mengecek kelengkaoan dokumen persyaratan S2 Unpad dan menanyakan mengenai
1. Motivasi melanjutkan studi;
2. Sumber dana atau biaya;
3. Jika yg sudah bekerja bagaimana membagi waktu antara kuliah dengan bekerja;
4. Apakah pernah publikasi karya ilmiah;
5. Apakah pernah terlibat penelitian selain Skripsi.


Pewawancara kedua akan menanyakan seputar rencana thesis berdasarkan abstrak thesis yg telah kita upload. Saran saya, nanti siapkan saja ringkasannya untuk kamu membaca tidak perlu mengeprint sebanyak mungkin atau membuat makalah tebal setebal skripsi hhe karena pewawancara akan melihat berdasarkan abstraknya saja. Hal yg paling penting kamu harus menguasai isi proposal seperti latar belakang penelitian, tujuan, teori, dan metode.

Jika kamu maksimal, Insya Allah. akan LULUS ko.
Semangat!
Selamat Mencoba. Ganbatte ne :)

Sabtu, 26 Juli 2014

Sesuai Janji

Waktu itu saya pernah berjanji dengan reader untuk menceritakan pengalaman saya ketika saya Student Exchange ke Malaysia... Sekarang waktunya saya untuk menepati janji saya itu
Let's check!

Bulan itu... Tepatnya bulan Oktober dan yang mana sedang hectic-hectic nya ngospek adik tingkat...
Aku mendapatkan  SMS dari Student Centre FISIP Unpad yg isinya tentang
"Diharapkan untuk mahasiswa/i FISIP Unpad yg IPK nya diatas 3.50 untuk menghadiri acara sharing di Gedung D lantai 2. Terima Kash.

Alhamdulillah.
sesuai dengan harapanku ingin keluar negeri yg pasti tujuannya bukan untuk ng-hedone, tapi untuk menuntut ilmu.


Ku ikuti acara sosialisasi itu... Pada awalnya, aku sepakat dengan beberapa temanku untuk mengikuti SE tersebut. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu mereka mundur satu per satu dengan alasan takut ketinggalan Mata Kuliah di Indonesia.
Yasudahlah... Akhirnya dengan modal nekad dan perjuangan aku mengikuti semua persyaratan dan prosedur dalam mengikuti SE tersebut.

Persyaratan yg harus ditempuh dalam mengikuti SE tersebut sangatlah banyak. Setara memang karena ini menyangkut ke internasional bukan lokal maupun nasional.


Terdapat kurang lebih empat tahap seleksi.
- Seleksi pertama, yaitu seleksi administratif dengan menyerahkan Transkip Nilai dan formulir pendaftaran.
- Seleksi kedua, yaitu seleksi membuat Karya Tulis Ilmiah yg judul atau pembahasannya boleh mengenai hubungan antara Indonesia dengan Malaysia, maupun yg berkenaan dengan disiplin ilmu yg sedang dijalani.
-eleski ketiga, presentasi Karya Tulis Ilmiah dalam format PKM yg telah dibuat dan wawancara.
- Seleksi keempat, yaitu tes wawancara bahasa Inggris.


(...)

Minggu, 29 Juni 2014

KuasaMu

Dalam keheningan ku bersimpuh
Ku buka lembaran-lembaran kitab-Mu
Ku temukan damai membaca sabda-Mu
Tuhan ku memohon, Tuhan ku memohon
Pancarkan cahaya di hidupku

Tuhan ku percaya Engkau pasti telah
Merencanakan yang terbaik untuk diriku
Agar ku tak jatuh dan selalu ada di jalan-Mu

Tak perlu ku lihat, tanpa ku mendengar
Dapat ku rasakan, selalu ku rasakan
Betapa besarnya kuasaMu

Tuhan ku percaya Engkau pasti telah
Merencanakan yang terbaik untuk diriku
Agar ku tak jatuh dan selalu ada di jalan-Mu

KepadaMu ku meminta
Ku menyembah ku bersujud

Tuhan aku percaya Kau pasti berikan
Telah Kau sediakan semua bagi hambaMu
Tanpa Kau bedakan

Tuhan jangan biarkan (jangan biarkan)
Hatiku mengeluh meragukan rahmatMu
Tuhan hanya Engkaulah penuntun langkahku
Tuk selalu tetap di jalanMu
Ada di jalan-Mu. 

Rabu, 26 Maret 2014

Alhamdulillah. pengalaman berharga

Pernahkah kamu bermimpi untuk ke luar dari zona nyaman mu sendiri?
Atau pernahkah kamu berfikir untuk ke luar negeri?

Disini, saya akn berbagi cerita untuk para readers semua mengenai pengalaman saya di negeri orang. Ya, walaupun masih tetanggaan Indonesia, tetapi setidaknya semoga dapat menginspirasi temen-temen semua.

Wait :)

Jumat, 20 Desember 2013

Dalam Diam ku Pasrahkan Kepada-Mu Ya Allah.

Segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku, aku jalani dengan sebisaku
Walaupun air mata selalu menetas dalam raga yang terlunglai
Namun, Engkau tetap hadir dalam asa ku
Kuatkan aku dikala letih

Engkau selalu memaafkan aku
Walaupun aku kadang mempunyai salah
Berikan akau pelajaran berharga
Yang akan aku jadikan pedoman ke depannya

Aku serahkan semuanya Kepada-Mu
Dalam diam aku sudah berikhtiar
Aku takkan lelah meski raga ini lelah
Aku takkan kuat jika Engkau tak menguatkan

Maafkan aku akan semuanya
aku tahu Engkau sayang padaku
Maafkan aku atas segalanya
Maafkan aku

Bimbinglah aku selalu
Engkau cahaya dalam hatiku
Engkau adalah penyejuk dalam jiwaku
Engkau adalah abadi dalam seluruh hidupku.