Sabtu, 28 Desember 2019

Pengalaman Mengikuti Rekrutmen Calon Asisten (Calas) Ombudsman RI 2019


Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Hmmm… Sekian lama “vacuum” nulis Blog (karena nulis Blog untuk yang penting-penting aja hehehe) akhirnya diriku bisa menulis lagi untuk berbagi pengalaman kepada “reader” semua… Kali ini tulisanku terkait dengan pengalaman mengikuti rekrutmen Calon Asisten atau disingkat Calas Ombudsman RI… Daaan… Alhamdulillah., saat ini aku resmi diterima sebagai Calas Ombudsman RI J

Kisahku berawal dari akhir Bulan Oktober 2019 yang mana salah satu teman se-almamater ku yang notabene bekerja sebagai asisten (sudah diangkat menjadi asisten) di Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, membagikan informasi via Instagram bahwa Ombudsman RI akan membuka rekrutmen untuk Kepala Perwakilan (Kaper) dan Calon Asisten (Calas) di awal Bulan November 2019. Sebenarnya ini adalah titik terangku. Mengapa? Karena sudah lama aku ingin ikut, tepatnya pada tahun 2016, tapi berhubung ijazahku belum terbit, aku mengurungkan niat untuk ikut seleksi.
Btw, Lembaga Pemerintah ini sudah menarik perhatianku. Bagaimana tidak? Saat kuliah S1 dulu, beberapa mata kuliah membahas tentang studi kasus lembaga ini. Selain itu, ketika skripsian, aku meminta contoh skripsi milik seniorku yang notabene membahas tentang lembaga ini. Kurang lebih sudah beberapa tahun lalu lembaga ini tidak terdengar asing olehku.
Oke, kita kembali ke laptop hehehe…
Nah, semenjak temanku tadi kasih info tentang lembaga ini, maka aku langsung “follow” akun resminya untuk memantau kapan seleksi dilaksanakan…
Finally, tepatnya di tanggal 05 November 2019, rekrutmen resmi dibuka…
Tapi, pada saat dibukanya pendaftaran ini, aku ga terburu-buru untuk isi “form”. Dengan kata lain, aku analisis dulu setiap kata demi kata dari beberapa “form” yang harus diisi tersebut. Mengapa? Karena bagiku, seleksi administrasi itu mudah-mudah sulit. Terlihat mudah, namun apabila tidak teliti sedikit bisa-bisa kita ga lolos. Padahal seleksi administrasi merupakan pintu gerbang kita untuk mengikuti tahapan-tahapan seleksi selanjutnya. Sehingga sebisa mungkin aku harus ekstra teliti. Pada tahap ini, aku juga ingin berterima kasih kepada dua temanku yang bertugas sebagai asisten di Lampung dan Banten… Terima kasih sudah membantuku untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanku seputar seleksi administrasi J
Dengan berbagai proses dan juga berbarengan dengan ngurus-ngurus berkas untuk seleksi administrasi CPNS, pada akhirnya aku kirimkan semua berkas di tanggal 20 November 2019. Menurutku ini mepet sih, mengingat juga waktu itu ada dua pengumuman yang menerangkan batas akhir penerimaan berkas di Kantor Ombudsman RI (pusat) di tanggal 20/23 November 2019. Namun, Alhamdulillah nya., aku dari awal sering tanya-tanya via WA ke nomor Ombudsman RI (pusat) dan ternyata batas akhir penerimaan berkas diundur jadi tanggal 23 November 2019. So far, aku sangat puas dengan pelayanannya karena adminnya gercep banget balas setiap pertanyaanku. Selain itu, untuk pengirimannya, aku juga sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh J*E luar biasa dari ujung timur sampai ke Jakarta berkas mendarat dalam waktu 1.5 hari…
Nah, setelah pendaftaran ditutup tanggal 23 November 2019, aku tinggal tunggu pengumuman di tanggal 27 November 2019. Daaan, mendekati tanggal tersebut, ternyata pengumuman dimajukan menjadi tanggal 26 November 2019. Dengan alasan untuk memberikan waktu sanggah bagi yang belum lolos seleksi administrasi dan mau menyanggah atas berkas yang telah dikirim.
Oh ya, aku juga mau kasih tau bahwa selama proses rekrutmen Ombudsman RI, aku mulai nyicil belajar karena setelah seleksi administrasi, ada seleksi atau tes tertulis yang notabene pada seleksi ini banyak yang gugur karena hanya diambil 3(n) atau 3x jumlah formasi yang dibutuhkan (berdasarkan Peraturan Ombudsman RI).
*Sebagai pelajaran juga bahwa “reader” harus sungguh-sungguh dalam belajar untuk persiapan tes tertulis Ombudsman RI karena soal-soalnya terdiri dari materi dan analisis. Saran ku belajar nya harus terjadwal setiap hari antara belajar untuk tes tertulis dengan psikotes. Kemudian, cari referensi sebanyak-banyaknya tentang soal apa saja yang akan keluar di tes tertulis. Alhamdulillah., di blog maupun grup Kaskus banyak dibahas kok dan semuanya kurang lebih keluar pada saat tes (ya kita bisa anggap dapat kisi-kisi ya meskipun bukan dari Ombudsman RI nya langsung hihihi).
Adapun cara belajarku yang mungkin bisa diikuti oleh para “reader” adalah seperti ini.





Kurang lebihnya, setelah aku cari tau kisi-kisi soal tes tertulis Ombudsman RI, lalu aku langsung cari referensi-referensi di internet terutama di jurnal maupun website terpercaya. Daaan… eng ing eng… Aku dapatkan, kemudian aku “resume” melalui catatan-catatan seperti gambar diatas… Aku pribadi sangat suka menulis sehingga mudah bagiku untuk menyerap materi pembelajaran melalui menulis. Karena menurutku kita dapat dua keuntungan untuk mengingat, yaitu dari membaca dan menulis itu sendiri. Ini adalah tips ku, tapi kalau “reader” punya cara lain yang lebih efektif, monggo lanjutkan saja dan kalau berkenan ditulis di komen ya supaya bisa di “sharing” ke “reader” lainnya J
Tiba saatnya tes tertulis pada tanggal 03 Desember 2019…
Suatu perjuangan bagiku, karena di waktu seperempat malam harus bangun (niat untuk Shalat Tahajjud dan Witir), kemudian Shalat Shubuh, dan siap-siap untuk berangkat tes. Karena jarak dari rumah nenekku ke tempat tes lumayan jauh kurang lebih 1 jam an, jam 6 aku sudah harus berangkat. Alhamdulillah., aku sampai tempat tes lebih cepat kurang lebih jam setengah 7 lewat sedikit daaan masih sepi sekali (tempat tes di salah satu kampus) bahkan panitia dan “banner” nya pun belum ada hahaha…
Oh ya… Untuk soal-soal tes tertulis tahun 2019, aku merekomendasikan Blog seseorang yang notabene ikut seleksi juga di Sumatera Barat. Blog nya adalah https://riky-perdana.blogspot.com/2019/12/pengalaman-mengikuti-ujian-tertulis.html atas nama Rizky Perdana dengan judul “Pengalaman Mengikuti Ujian Tertulis Calon Asisten Ombudsman Perwakilan SUMBAR Tahun 2019”. Di blog tersebut sudah lengkap dijabarkan tentang kisi-kisi soal tes tertulis tahun 2019. Selain itu, di Blog tersebut juga dijelaskan tentang proses psikotes, diskusi kelompok, wawancara psikolog, dan wawancara dengan pimpinan pusat, so aku ga menjelaskan panjang lebar lagi ya (tapi, kalau mau diskusi monggo). Oh ya, tes berlangsung selama 4 hari ya guys, jadi kalian harus jaga kesehatan, kuatkan fisik dan mental pokoknya!
Adapun yang mau saya bahas disini adalah tentang diskusi kelompok. Setelah saya analisis, pada rekrutmen Ombudsman RI ini, metode diskusi yang digunakan adalah Leaderless Group Discussion (LGD). Mengapa? Karena tidak ada yang memimpin pada saat diskusi. Adapun psikolog hanya mengawasi dan memberikan petunjuk atau arahan. Ini menurutku loooh… Jadi, “reader” bisa cari referensi-referensi tentang bagaimana cara agar lolos LGD, jangan sampai salah strategi yak arena beda antara LGD dengan FGD! (mengenai hal ini jika tidak sepaham dengan saya bisa komen di bawah ya supaya kita bisa diskusi J).

Oke… Setelah mendaki gunung lewati lembah hahaha (lebay sikit boleh lah)… Alhamdulillah., pada tanggal 17 Desember 2019 pukul 21.00, aku resmi lolos seleksi sebagai Calas Ombudsman RI. Hal ini berkat do’a dan perjuangan dari diri sendiri, orang tua, keluarga, teman, sahabat yang baik hati dan peduli terhadapku J
Selain itu, pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman ini adalah do’a dan usaha tidak akan mengkhianati hasil. Sekian “sharing” dariku, kalau ada yang mau di diskusikan atau ditanyakan silakan komen dibawah ya. Semoga kamu bisa menjadi Calas Ombudsman RI selanjutnya. Aaamiiin. Selamat berjuang! J


1 komentar: