Mendengar kata “research” membuat
kita menjadi tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai bidang tersebut. “Research”
selalu merujuk pada bidang yang digeluti oleh cendekia-cendekia yang IQ nya
diatas rata-rata, apa benar?
Untuk seseorang yang melanjutkan
pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi setelah SMA pasti tidak asing dengan
kata ini. Ya… Sebagai syarat lulus, harus melakukan research terlebih dahulu sebagai wujud pengabdian dan rekomendasi
untuk kemajuan bangsa.
Seperti yang lainnya, research ini tidak terdengar asing pada
diriku. Karena, program studi ku lebih mengutamakan mahasiswanya pintar di
kelas dan di lapangan. Oleh sebab itu, setiap mata kuliah dan setiap semester
pasti ada tugas lapangan. Selain itu, membuat laporan dan makalah. Tapi, aku
baru sadar bahwa semua itu sebenarnya sangat dibutuhkan juga di dunia kerja
terutama untuk kita yang memilih terjun untuk bekerja di dunia penelitian.
Penelitian? Satu kata yang
menarik. Kita bukan hanya dituntut untuk bisa menganalisis, akan tetapi pintar
berkomunikasi, humble kepada semua
orang, ramah, dan sebagainya yang notabene merujuk pada sikap dan softskill. Berdasarkan pengalaman,
pekerjaan ini sangatlah luar biasa pembelajarannya. Mengapa? Karena selain
harus pintar dalam hardskill, softskill, kerja
sama, serta yang paling penting adalah kemampuan adaptasi yang tinggi.
Berawal dari proyek dosen… Sampai
saat ini bidang penelitian membuatku candu. Meskipun aku masih harus banyak
belajar. Sejak tahun 2015, diajak dosen untuk jadi panitia International Conference
sambilan nyicil-nyicil cari data untuk skripsi. Tapi, sebenarnya aku sudah
mengabdi jadi asisten dosen sejak 2014. Kemudian, diajak proyek dan sampai
sekarang (sebelum diterima menjadi Calas Ombudsman RI) dapat dikatakan mengabdi
di lembaga konsultan.
Nah, saat ini aku punya waktu dan
kesempatan untuk menulis. Aku akan coba review
beberapa tempat di berbagai daerah di Indonesia (maklum pekerjaanku sambilan
travelling hehehe…). Check this out! J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar